Pembangunan hotel dimulai pada tahun 1992 dan diselesaikan pada 1995 oleh Hutama Karya, setelah melibatkan investasi sebesar Rp112 miliar.

Didesain oleh arsitek ternama dari Team 4 Architects, hotel ini dibuka untuk umum pada 31 Maret 1995, namun sayangnya, tak kunjung mendapatkan perhatian dari tamu.

mg1

Dari tahun 1997, saat hotel beroperasi penuh, tingkat okupansi hanya mencapai 5 persen.

Baca juga: Rekomendasi Kolam Renang di Selatiga, Bayar Hemat! Rasakan Keaslian Air Pegunungan yang Mengalir di Bak Kolam, Ternyata Usianya Sudah 1 Abad?

Baca juga: Lahan Makin Hijau! Jawa Barat Resmi Luncurkan Proyek Bendungan Raksasa dengan Anggaran Fantastis, Ini Lokasinya!

mg2
×

Kondisi semakin memburuk ketika penerbangan estafet Garuda Indonesia terpaksa berhenti pada tahun 2008 karena krisis moneter yang melanda.

Akibatnya, hotel bintang 4 ini menjadi sarang debu dan kehampaan, menjadi simbol kegagalan proyek besar yang seharusnya menjadi aset bagi pariwisata Papua Barat.

***