BMS mencakup ferronickel dengan kapasitas 33.000 ton/tahun hingga stainless steel.

Lokasi pengelolaan Smelter Nikel ini terletak di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dan merupakan investasi senilai Rp10 miliar oleh Jusuf Kalla.

mg1

Meskipun lahan seluas 200 hektar yang digunakan untuk proyek ini sebelumnya merupakan lahan pertanian, proyek ini diklaim sebagai yang paling ramah di Indonesia karena menerapkan konsep green energy.

Namun, kontroversi muncul karena warga sekitar menyatakan bahwa pembangunan Smelter Nikel merampas lahan pertanian mereka.

Protes dan unjuk rasa pun marak, dengan tuntutan agar perusahaan tidak menimbun lahan yang telah lama dimiliki oleh warga.

mg2
×

Baca juga: Apa Itu 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana? Mengupas Fungsi Program yang Diusung Ganjar Pranowo dan Amin